Model Baju Adat Modern Lampung Saibatin dan Pepadun Terbaru


wLampung.com - Provinsi Lampung dikenal dengan sebutan Sai Bumi Ruwa Jurai yang bermakna Lampung dihuni oleh dua suku asli lampung yakni Pepadun dan Saibatin. Berbicara masalah adat dan budaya kedua suku ini hampir tidak memiliki perbedaan karena Orang (Ulun) Lampung mempunyai falsafah "Piil Pesenggikhi" yang menjadi pegangan hidup ulun lampung.

Kembali ke topik, baju adat Lampung memiliki ciri khas berupa Siger/Sigor (Mahkota) dan pada baju tak terlepas dari kain tapis yang diwariskan secara turun temurun dari zaman dahulu hingga saat ini. Namun pada zaman yang modern sekarang baju adat mengalami perubahan dan terlihat lebih simpel dan elegan, dan tetap tidak merubah dan mengurangi aksesoris yang dipasang di beberapa bagian tubuh.

Seperti dikutip dari laman lampung.co Baju adat Lampung modern yang dikenakan saat acara pernikahan oleh pengantin sebenarnya tidak jauh berbeda dengan bentuk atau model lama. Beberapa perlengkapan pakaian adat ini masih sama dengan perlengkapan pakain jaman dulu.

Ada sedikit perbedaan baju adat Lampung antara Pepadun dan Saibatin untuk pakaian adat. Perbedaan yang paling terlihat adalah pada warna pakaian. Baju adat Lampung Pepaduan didominasi warna putih, sedangkan untuk baju adat Lampung Saibatin didominasi oleh warna merah.

Perbedaan ini juga telah ada sejak dulu. Kini Baju adat Lampung modern ini sudah memiliki ragam warna, tak hanya merah dan putih saja ada warna-warna lain yang kemudian menjadikan lebih menarik dan indah.
Untuk siger yang dikenakan oleh pengantin wanita Saibatin pun berbeda dengan pengantin wanita pepadun. Pengantin wanita Saibatin mengenakan siger dengan lekukan tajam berjumlah tujuh buah juga menjadi salah satu pembeda yang mencolok.

Tujuh pucuk ini melambangkan tujuh adok, adalah suttan, raja jukuan/depati, radin, batin, minak, mas dan kimas. Selain itu, terdapat juga yang dinamakan awan gemisir (awan gemisikh) yang perkirakan digunakan sebagai bagian dari budaya arak-arakan adat, diantaranya seperti acara pernikahan.

Sedangkan siger yang dikenakan oleh pengantin wanita Pepadun memiliki sembelian lekukan di bagian atasnya. Itulah dua perbedaan yang paling mencolok, selaian itu kedua jenis pakaian ini terlihat serupa atau mirip.

Untuk baju adat Lampung modern yang dikenakan pria lebih simpel dibanding baju adat wanita. Pakaian Adat Lampung Pria berupa lengan panjang berwarna putih, celana panjang hitam. Sarung tumpal, sesapuran dan khika akhir. Pakaian ini dilengkapi dengan beragam aksesoris, pernik perhiasan.

Beberapa aksesoris yang ditambahkan dibaju adat pria ini yakni gelang, ikat pinggang, kalung, senjata tradisional Lampung, selempang dan kopiah emas.

Sedangkan untuk baju adat Lampung modern pengantin wanita berupa sarung tapis, sesapuran hingga khikhat akhir juga terdapat dalam pakaian pengantin wanita. Namun yang membedakan adalah tambahan pakaian atau aksesoris yang menambah nilai eksotis pakaian wanita ini. Beberapa aksesoris yaitu selappai, katu tapi dewa sano dan bebe.

Selappai merupakan baju yang tidak memiliki lengan dan memiliki hiasan rumbai ringgit pada bagian tepi bawahnya. Bebe merupakan sulaman benang dari satin yang menyerupai bunga teratai yang mengambang. Sedangkan kati tapis dewa sano merupakan rumpai ringgit yang terbuat dari kain tapis jung jarat. Ada beberapa aksesoris tambahan yang digunakan oleh pengantin. Berikut adalah beberapa aksesoris yang digunakan oleh pengantin wanita.

Baju adat Lampung modern Pepadun dan Saibatin ini tidak merubah dan mengurangi apa yang sudah dikenakan sejak jaman dulu. Hanya desain yang memang lebih modern dan fashionable serta beragam warna yang bisa dipilih agar lebih elegan saat dikenakan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel