Bahasa Lampung akan Punah oleh Orang Lampung Sendiri !

wLampung - Telah lama ini diberitahukan, baik melalui statment sejarawan dan kaum intelektual bahwa dalam beberapa tahun kedepan bahasa lampung akan punah ! Artikel ini bisa saja membuat kita sadar dan bisa juga membuat anda tersinggung (Orang Lampung,red).

Mengapa ada statment tersebut? Karena fakta nya saat ini orang lampung sudah mulai meninggalkan bahasa nya sendiri. Bahkan sebagian besar (Maaf) petinggi adat di provinsi Sai Bumi Rua Jurai ini tidak lagi memakai bahasa lampung dalam kehidupan berkeluarga nya dan telah beralih ke bahasa nasional.

Jadi dari fenomena ini jelas bahwa yang melenyapkan bahasa daerah lampung itu adalah orang lampung sendiri. Ada pepatah mengatakan "Jika ingin tahu adat masih ada maka lihat saja dari penggunaan bahasa daerahnya"., Nah ini fakta jika sejarawan berpendapat "Bahasa Lampung Terancam Punah".

Bahasa dan Aksara Lampung terancam punah lambat laun oleh orang lampung sendiri, Karena sebagian besar masyarakatnya tidak lagi terbiasa menggunakan dalam kehidupan sehari terutama jika ia hijrah ke kota. Orang lampung terutama Laki-Laki akan lupa dengan identitasnya Misalnya Terjadi Kawin Silang tentu Seorang Laki-Laki suku lampung akan melupakan bahasa daerahnya saat hidup berkeluarga di kota.

Memang strategi pemerintah provinsi lampung menerapkan pendidikan muatan lokal bahasa dan aksara lampung agar selalu terpelihara, dan tidak punah 100%. Perda Kota Bandar Lampung juga mewajibkan setiap Ruko memakai Siger.

Pertanyaan nya adalah apakah benar dengan memberlakukan pendidikan bahasa dan aksara lampung di sekolah dapat menghindari kepunahan bahasa dan budaya?

Sejatinya, bahasa tidak akan punah selagi masih digunakan didalam keseharian. Karena percuma jika hanya dipelajari untuk sekedar menjawab teks yang dibuat, sementara siswa/siswi yang bersangkutan tidak mempraktekan langsung.

Apa arti aturan keharusan siswa mempelajarai budaya bahasa lampung jika tidak dipakai dalam keseharian nya? Apakah mungkin penduduk non lampung bersedia? Tidak ! Mengapa demikian?

Permasalahan nya cuma 1 yaitu gengsi dan Ego dari orang lampung itu sendiri. Jika ada yang menyangkal Lampung tidak bisa memakai bahasa lampung dalam kehidupan kota karena sudah beragam suku? Itu benar, Tapi, Mari kita flashback ke daerah lain seperti Jawa Barat kenapa Pakai bahasa Sunda padahal sukunya beragam?? Kita ke Sumatera Barat masih eksis Bahasa minangnya?? atau kita ke Sumatera Selatan, Pekanbaru, Bengkulu, Masyarakatnya Bangga memakai bahasa Melayu nya meski banyak suku disana??

Agar ada titik temu, Menurut kami Bahasa Lampung akan punah oleh orang Lampung sendiri karena beberapa hal sebagai berikut:

1. Lupa Jati Diri
Hampir 100 persen Masyarakat biasa hingga ke Para punyimbang adat (Raja, Suttan, Dalom dsb) Tidak lagi membudayakan bahasa Lampung di keluarga nya, apalagi yang tinggal di Kota. Justru memakai bahasa Nasional.

2. Bahasa Lampung Dianggap Katro / Kampungan.
Ini realita, Jika orang lampung di kota Malas berbicara dengan keluarga / besan nya pakai bahasa lampung, Karena dibenak nya masih tertancap "Kata Kampungan" "Gk Gahooll" kalau tidak bahasa indonesia. Ingat, apakah manusia modern harus melepaskan diri dari bahasa daerah? Oo tidak dong.

3. Kawin Silang
Seorang Laki2 Lampung pada saat menikah akan meninggalkan bahasa lampung dan  mengikuti bahasa Daerah dari pihak Istri. Begitu juga hingga punya anak maka Bahasa Indonesia jadi bahasa utama nya. Artinya Jika tidak kawin silang sungguh miris Anak tidak diajarkan Bahasa Lampung.

4. Saat acara Adat di Kota Bahasa
Lampung Tidak Dipakai.
Ini suatu yang biasa terutama di kota bandar lampung, Walaupun acara adat nya Lampung, Full Adat Lampung tetap Bahasa Lampung nya tidak dugunakan.

5. Masih berfikir ada orang Kampung.
Mungkin ada yang menyangkal bahasa lampung tidak punah karena ada orang kampung yang melestarikan. Itu Namanya tidak tahu diri. Anda orang Lampung, Anak Anda Orang Lampung cobalah diajarkan berbicara bahasa lampung.

6. Gengsi.
Orang lampung akan gengsi berbicara bahasa lampung karena itu tadi dibenaknya pakai bahasa lampung "KAMPUNGAN". Bahkan saking gengsi nya sesama dialek saja masih membedak - bedakan bahasa sendiri.

Contoh sesama dialek A (Api) saja masih gengsi memakai bahasa karena tidak satu daerah. Padahal secara garis besar sama saja dan berbeda di logat nya.

Kaum cendekia mengusulkan sejumlah cara untuk mencegah Hilangnya Bahasa Lampung salah satu nya pendidikan muatan lokal di sekolah. Jika ini (bahasa dan aksara) lenyap, generasi yang bertanggung jawab atas musibah ini adalah generasi sekarang ! Jangan sampai deh.

Bahkan Pemerintah Daerah juga menerima usulan antara lain Pemuatan peraturan Daerah tentang penulisan nama-nama jalan fasilitas umum dan kantor Pemerintahan dengan Dwiaksara, serta membuka laman (situs web) yang terkait dengan aksara Daerah Seperti di Jawa sudut jalan kota di hiasi dengan huruf jawi.

Tapi PERTANYAAN nya adalah Apakah langkah tersebut dapat kenyelamatkan Bahasa Lampung dari kepunahan?? TIDAK sepenuhnya. Karena yang paling penting adalah 6 poin yang sudah kami paparkan diatas. Untuk itu mari kita sadar, Nenek moyang kita tentu tidak rela jika lupa kulit. Apalagi dengan sengaja Menghilangkan bahasa kita sendiri. Bahasa Daerah adalah Ruh dari adat istiadat itu sendiri. Untuk itu beruntunglah Jika anda masih menggunakan bahasa Lampung dan mewariskan nya ke anak cucu.

"Tabikpun nabik tabik
Sekindua jama kuti khumpok"
Tandani ulun Lampung
Wat piil pusenggikhi..
Kuat adat tipegung
Dang sampai lupa dikhi...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel