Budaya Ngedekor Muli Mekhanai Lampung

wLampung - Jika kamu sering ke acara pernikahan, apakah kamu sering melihat panggung di hias? Mungkin ada yang pernah dan ada yang tidak karena panggung di hias masih jarang ditemukan, jika di acara pernikahan nasional, yang di hias adalah pelaminan sedangkan panggung dan tendanya tidak dihiasi. Jika ada panggung atau tenda yang dihias biasanya di hias dari orang yang memiliki paket wedding.

Secara umum, dekor merupakan salah satu seni menghias atau mendekor sesuatu seperti mendekorasi ruang tamu atau kamar atau saat ini sudah jarang dan hanya sebagian saja yang tetap melestarikan. Tujuan dari dekorasi adalah untuk memperindah ruangan agar lebih enak untuk dilihat, selain itu, tujuan dari dekorasi adalah untuk memberi kenyamanan.

Seperti Muli mekhanai Bengkunat masih melaksanakan "ngedekor". Budaya ini diwariskan secara turun temurun oleh muli mekhanai lampung pesisir dan hingga sekarang budaya ini masih dilaksakan.

"Ngedekor" akan dilaksanakan setiap ada keluarga yang akan melaksanakan hajatan atau dalam bahasa Lampung acara “nayuh”, hajatan yang dimaksud adalah hajatan sunatan dan pernikahan. Setiap ada keluarga yang akan melangsungkan hajatan, maka muli mekhanai berkumpul untuk mendekorasi panggung. Biasanya ngedekor ini akan dilaksanakan H-1 sebelum acara itu tiba.
Budaya “ngedekor” selain bertujuan untuk menghias panggung, namun ada tujuan di bidang sosial yaitu untuk bersosialisasi dan mempererat tali persaudaraan dan ada juga tujuan yang tidak kalah pentingnya yaitu ajang perkenalan dan untuk mencari jodoh. Muli mekhanai yang datang untuk ngedekor adalah muli mekhaani yang ada dalam satu rumpun dengan yang akan melaksanakan hajatan. Biasanya satu desa memiliki dua desa yang serumpun jadi muli mekhanai yang datang untuk mendekorasi panggung biasanya ramai.

Ngedekor ini biasanya dilaksanakan pada malam hari dan akan selesai biasanya pada jam 10 atu 11 malam. Meskipun malam hari, orangtua tidak tidak perlu khawatir dengan anak gadisnya karena sudah ada yang bertanggung jawab untuk mengantar jemput yaitu anak bujang yang berasal dari desa yang sama.

Ketika ngedekor berlangsung, bujang dan gadis memiliki tugas masing-masing. Gadis biasanya menggulung dan menyambungkan kertas marmer untuk mempermudah bujang ketika menempelkan kertas di setiap sisi panggung.

Sedangkan bujang bertugas untuk membuat tulisan “selamat datang” dan “mohon doa restu” pada kertas karton dan di tempel di pintu depan rumah. Setalah selesai menggulung dan menyambungkan kertas oleh muli maka tugas selanjutnya diserahkan kepada mekahanai untuk melanjutkannya untuk ditempel di panggung. Setalah selesai mendekorasi panggung, bujang dan gadis bersama-sama untuk makan bersama yang sudah dipersiapkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel