Mengenal Budaya Sambay Bayu dan Orkesan di Masyarakat Bengkunat

wLampung - Sambay bayu dan orkesan merupakan acara hiburan bagi masyarakat Lampung, jika secara nasional acara hiburannya adalah orgen tunggal, layar tancap atau bahkan jaranan yang ada pada masyarakat Jawa, sedangkan untuk masyarakat Lampung dinamakan Sambay Bayu dan Orkesan. Budaya ini masih tetap terjaga khususnya pada masyarakat Bengkunat (Lampung Pesisir).

Kedua acara ini dapat dilakukan dalam waktu berturut-turut, namun sekarang hanya salah satunya saja yang kemudian dilanjutkan dengan acara nasional yaitu orgen tunggal lokal, namun ada pula keluarga yang hanya menggunakan salah satunya tanpa ada acara hiburan nasional seperti orgen tunggal tersebut.

Secara rinci, berikut perbedaan tentang Sambay Bayu dan Orkes.

SAMBAY BAYU 
Pertama, sambay bayu tidak menggunakan panggung namun duduk pada gelaran tikar yang sudah disediakan dan baris dengan memanjang dan berhadapan antara bujang dan gadis.

Kedua, sambay bayu menggunakan beberapa tahap antara lain tahap perkenalan, tahap putar gelas, tahap lenpar selendang dan terakhir acara bebas.

Prosesi Sambay Bayu

- Tahap perkenalan adalah jika ada ketertarikan dengan si bujang atau gadis maka si bujang atau gadis datang ke hadapanyya dan berkenalan.

- Tahap Putar gelas, acara ini adalah sebuah gelas di oper dari ujung ke ujung secara bergantian yang diringi musik dan ketika musik berhenti maka operan gelas juga ikut berhenti, dan yang mendapat hukuman adalah dimana gelas itu berhenti dan keduanya harus maju ke depan untuk menerima hukuman, hukuman yang diberikan tergantung dengan balon yang sudah disipkan oleh panitia.

Balon-balon tersebut sudah berisi hukuman, jadi pasangan tersebut harus memecahkan balon agar mengetahui apa hukuman mereka, salah satu contoh hukumannya adalah mereka harus mempraktekkan layaknya sepasang kekasih yang sedang berjalan di pantai. Setelah hukuman selesai maka masing-masing mengajak teman untuk berjoget sebanyak yang ditentukan oleh panitia dan bejogetnya harus berpasangan.

- Tahap lempar selendang, tahap ini adalah si gadis melempar selendang ke si bujang dan sebaliknya, si bujang melempar selendang ke si gadis yang diringi oleh musik, dan jika musik berhenti maka yang masih memegang selendanglah yang mendapat hukuman. Untuk sistem hukuman dan tata caranya sama seperti tahap putar gelas.

-Tahap acara bebas, tahap ini biasanya ada pada penghujung acara, jadi bujang dan gadis dibebaskan untuk mengajak teman atau memilih pasangan untuk berjoget.

ORKESAN 
Orkesan menggunakan panggung yang telah di dekorasi sebelumnya oleh bujang gadis. Dalam acara orkesan, bujang dan gadis duduk berbaris menggunakan kursi dan saling berhadapan.

Orkesan menggunakan alat yang lebih banyak dibandingkan sambay bayu, diamana alat tersebut adalah alat yang memang milik desa jadi alat ini bisa digunakan oleh siapa saja yang ada di ruang lingkup desa tersebut, sedangkan jika desa lain yang akan menggunankan alat tersebut maka menggunakan sistem sewa.

Alat-alat yang digunakan ketika acara orkesan adalah alat-alat tradisional Lampung misalnya gambus, biola, keyboard, gendang, dan ada beberapa sound.

Acara orkesan menggunakan sistem bernyanyi di atas panggung, yang bernyanyi adalah bujang atau gadis yang di panggil oleh protokol. Ketika gadis yang bernyanyi maka gadis yang ada di barisan yang berjoget dengan berpasangan gadis dengan gadis, begitu juga sebaliknya jika bujang yang bernyanyi maka bujang yang dibarisanlah yang berjoget secara berpasangan

PERSAMAAN SAMBAY BAYU DAN ORKESAN

1. Acara tersebut diwajibkan bagi gadis untuk menggunakan sarung atau dalam bahasa lampung disebut hinjang, menggunaan hinjang merupakan budaya lampung yang ada sejak dulu.

2. Masing-masing acara agar lebih meriah maka jika suatu desa mengadakan acara tersebut maka semua desa ikut berpartisipasi. Biasanya satu desa memiliki 2 desa yang satu rumpun jadi jika salah satunya mengadakan acara maka dua desa lainnya harus menurunkan semua gadisnya untuk mengikuti acara tersebut, sedangkan desa yang tidak serumpun maka wajib mengikutsertakan 2 gadisnya sebagai undangan.

Acara sambay bayu dan orkesan biasa dilaksanakan oleh masyarakat Bengkunat pada waktu tertentu seperti halal bihalal setelah lebaran, atau acara pernikahan.

Sebelum di mulainya acara maka masing-masing desa atau pekon harus ada perwakilan atau kepala bujang (ketua muli mekhanai). Kepala bujang yang ada di ujung yang berhadapan langsung dengan panggung acara, Kepala bujang tugasnya menjamin keamanan selama acara berlangsung dan jika ada keributan maka kepala bujang lah yang pertama kali turun untuk melerai keributan.

Dalam acara sambay Bayu memang lebih aman di bandingkan acara orkesan. Sehingga kepala bujang diwajibkan ada dalam acara tersebut. Nah demikianlah penjelasan Budaya Sambay Bayu dan Orkesan yang ada di Masyarakat Bengkunat. Semoga budaya ini tetap dilestarikan hingga nanti ya 😊

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel