Tergerusnya Tradisi "Ngelemang" Masyarakat Lampung

wLampung - Tradisi NgeLemang pada masyarakat Lampung hampir saja punah seiring dengan perkembangan zaman. Walaupun sebagian besar masyarakat Lampung (Ulun Lampung) tidak lagi dan Hanya sebagian kecil saja yang masih memepertahankan nya. Apakah anda Sudah pernah memakan lemang? Atau hanya pernah melihatnya saja? Nah, dalam artikel ini akan digambarkan apa itu lemang dan bagaimana membuatnya.

Ngelemang merupakan tradisi turun temurun masyarakat di Lampung Barat. Kuliner inj biasa disajikan pada acara pernikahan atau hari raya. Namun, di tengah menjamurnya makanan siap saji dan instan bagi anak muda, lemang sudah mulai terpinggirkan.

Masyarakat Lampung mengenal dua jenis lemang, yaitu lemang paccung dan lemang bulung. Lemang paccung adalah lemang yang menggunakan bambu (buluh) sedangkan lemang bulung (daun) adalah lemang yang hanya mmenggunakan daun dan memasaknya dengan cara direbus.

Sebenarnya lemang tidak hanya ada di Lampung namun ada juga di beberpa daerah misalnya saja Aceh, daerah ini akan membuat lemang pada acara-acara tertentu sebagai bentuk perayaan acara tersebut. Biasanya masyarakat Pesisir Lampung membuat lemang pada tahun baru islam, jadi membuat lemang tidak setiap waktu namun pada hari-hari tertentu saja.

Lemang adalah makanan yang berasal dari beras ketan dan santan yang di masukan ke dalam seruas bambu atau dalam bahasa Lampung disebut buluh, yang sebelumnya bambu tersebut dimasukaan daun pisang yang telah digulung. Setelah bambu sudah ada gulungan daun maka akan dimasukan beras ketan, sedangkan santannya akan dimasukkan ketika sudah akan dimasak di api yang sudah disiapkan.

Buluh atau bambu yang digunakan tidak sembarangan, jenis bambu untuk lemang ini adalah bambu talang yang bentuknya harus lurus dan tidak terlalu besar ataupun terlalu kecil. Dipilihnya bambu sebagai tempat untuk memasak lemang adalah karena pertimbangan cita rasanya ketika dimakan, meski sudah diberi lapisan gulungan daun pisang, namun air dalam ruas bambu pemasak lemang tersebut akan berpengaruh terhadap rasa santan dan ketan.

Cara Memasak Lemang

Cara memasak lemang juga cukup unik karena dimasuk secara bersama-sama. Untuk memasak lemang, terlebih dahulu siapkan dua kayu sebagai tiang untuk sisi kanan dan kiri lalu ikatkan kayu panjang dibagian tengah-tengah sehingga kedua tiang tersebut saling terhubung.

Kayu yang berada di tengah-tengah harus kayu yang masih basah agar tidak terbakar oleh api ketika memasak lemang, kayu yang biasa digunakan yaitu kayu yang berasal dari pohon aren yaitu pelepah daunnya.

Setelah tempat memasaknya sudah siap, maka selanjutnya adalah menyiapkan kayu bakarnya sebelum nanti dinyalakan ketika semua sudah siap, kayu yang digunakan adalah kayu yang besar agar apinya tahan lama. Nah, jika Keduanya sudah, maka tata lemang/bariskan lemangnya  di sepanjang kayu yang sudah disiapkan dan nyalakan kayu bakar untuk memasak lemang.
(foto teropong senayan)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel