Contoh Segata Bahasa Lampung dan artinya

wLampung.com - Contoh segata lampung pada artikel ini kami muat lengkap dialek A dan dialek O beserta artinya. Kami mengerti dan memahami bahwa kebanyakan yang mencari informasi contoh segata lampung kebanyakan pelajar SD dan SMP di provinsi lampung terutama menyangkut masalah pelajaran Muatan Lokal budaya lampung 🤗

Sebelum membahas contoh nya mari kita fahami apa itu Segata? Segata disebut juga Pattun (pantun) yang merupakan budaya sastra lisan Lampung yang berbentuk puisi berupa ungkapan perasaan, harapan, atau humor. Segata umumnya digunakan dalam acara muda-mudi umunya digunakan untuk:
  • Sebagai media pengungkapan isi hati kepada seseorang (dari si bujang kepada si gadis atau sebaliknya).
  • Penghibur saat suasana bersantai atau dijadikan alat penghilang kejenuhan.
  • Sebagai pelengkap acara cangget tarian adat di lingkungan masyarakat Lampung pepadun.
Berikut contoh Segata berdasarkan Jenisnya:

1. Segata Ngebabang Sanak
Segata sanak ngebabang yaitu segata yang biasa disampaikan oleh kaum ibu, segata ini dimaksudkan untuk menina bobokan anak. Ngebabang biasa juga disebut Puwawang khususnya bagi masyarakat pesisir Krui

(Dialek A)
Api sai bundogh-bundogh
Sai bundogh ina buah peci
Ngeliyak apak makai motogh
Si adik naghi-naghi

(Dialek O)
Nyou sai pukem-pekem
Sai pukem ino buah peci
Ngenah apak makai helm
Si adik naghei-naghei

(Dialek A)
Buwak lapis buwak putu
Dibeli mak diantakko abang
Mati kak sikop pudak adikku
Lamun mak ghisok miwang

(Dialek O)
Juadah lapis juadah puteu
Dibelei mak diatakko abang
Metei kak sikep pudak adikkeu
Lamen mak ghisok miwang.

Baca juga: Aksara Lampung yang tidak Boleh diberi Tanda Mati

2. Segata Nyindegh
Segata nyindegh adalah segata yang disampaikan dengan maksud memberi kiasan pada orang lain, atau menyindir tapi dengan cara yang sopan. Segata ini biasanya disampaikan oleh orang tua kepada putra-putrinya yang mau remaja, terkadang juga digunakan oleh muda-mudi.

Belajagh sai temon-temon
Tambagh ghajin tambah pandai
Najin sikam sanak pekon
Adat budaya tetep gham pakai

3. Segata Buhaga
Segata buhaga adalah segata yang disampaikan oleh mulei meghanai Lampung. Segata ini disampaikan untuk mengungkapkan perasaan mereka.

(Dialek A)
Mati kak dawak mahhanku
Unggul mawas disapu ghua kali
Dapok kudo kupandai mahhanmu
Nyak haga singgah dudi

(Dialek O)
Mettei kak dawak nuwokeu
Unggal dawah disapeu wou kalei
Dapek kudo kupandai nuwomeu
Nyak agou singgah di nei

4. Segata Nangguh
Sefata nangguh adalah segata yang biasa disampaikan pada saat ada acara tertentu, segata ini dimaksudkan untuk membuka dan menutup suatu acara.
Segata ini biasa disampaikan oleh pembawa acara.

(Dialek A)
Muli sikop makai baju
Tambah sikop ia bedandan
Api kabagh unyin puaghiku
Sihat seunyinni sina haghopan

(Dialek O)
Mulei sikep makai kawai
Tambah sikep io bedandan
Nyou kabagh unyen waghei
Sihat seunyenno hino haghopan

5. Segata Lelagaan/ Gunjogh/ Begughau
Segata Lelagaan/ Gunjogh adalah segata yang disampaikan dengan maksud unuk mengolok-olok atau untuk bersenda gurau. Umumnya segata ini disampaikan oleh mulei meghanai.

Kikim disanik tapai
Kemunnian ghasani pahit
Niku meghanai wawai
Kidang sayang mak beduit

6. Segata Ijah Tawai
Segata ijah tawai adalah segata yang disampaikan dengan maksud untuk memberikan nasehat kepada yang menerima segata. Segata ini biasa disampaikan oleh para orang tua untuk menasihati generasi penerusnya.

Nayah ulun nyanik ketupat
Apilagi haga lebaghan
Dang lupa ngebayagh zakat
Ki bandu ghadu kelamonan

Contoh segata dari abang Ismail
Gennang bawak samang
bungi di lammung kayu
dang miwang badan malang
ijo khadu nasibmu

Nanom jagung sebasung
kebok umo kebelah
najin mak masso lappung
jawo-jawo jadilah.....😁😆😁😆
(foto fajarsumatera. co.id)
sumber referensi sikamala.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel