Kakiceran adalah Budaya Asli Krui Pugung yang perlu Dilestarikan

wLampung - Kakiceran merupakan budaya daerah berupa perlombaan tari adat lampung. Budaya kakiceran berasal dari Krui Pugung pesisir barat. Budaya ini diwariskan secara turun temurun oleh moyang ulun Pugung dari 3 marga yakni Marga Pugung Malaya, Pugung Tampak dan Marga Pugung Penengahan.

Tidak ada yang wah dari budaya kakiceran, Namun bagi mayarakat pugung, Kakiceran adalah tradisi untuk menjaga tali persaudaraan yang dilaksanakan pada 1 syawal hingga 7 syawal disetiap tahun nya.

Sebelum kabupaten pesisir barat memisahkan diri dari lampung barat, budaya Kakiceran belum diperhatikan secara serius bahkan dari 2 kecamatan yang masih melestarikan yakni kecamatan Lemong dan Pesisir utara, ada beberapa kampung yang mulai meninggalkan budaya ini.

Namun sejak terbentuk nya Kabupaten Krui pesisir barat barulah tradisi Kakiceran ini dijadikan Warisan Budaya tak benda. Dan seluruh kampung (pekon) di 3 marga itu mulai aktif menyelenggarakan kembali.

Kakiceran terkadang dianggap hal yang membosankan, apalagi zaman dahulu yang di lombakan dari tiap kampung adalah tari adat itu-itu saja.

Berbeda dengan saat ini sudah mulai dilombakan tari kreasi lampung sehingga pentas tarian nya pun makin meriah. Pada dasarnya Ruh dari Tardisi kakiceran adalah Menjalin tali silaturahmi antar kerabat (Manjau).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel