Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Rumah Adat daerah Lampung dan Bagian nya

Rumah adat daerah Lampung sebenarnya sama dengan rumah adat melayu di Sumatra Selatan, kemiripan tersebut karena satu bagian yaitu daerah Lampung adalah bagian melayu Sumatra khususnya Sumatra Selatan Palembang.

Rumah adat Lampung berbentuk panggung dengan ada beberapa tiang penyangganyapenyangganya dengan ciri atap bentuk Limas. 

Rumah panggung daerah Lampung memiliki beberapa sebutan tergantung daerahnya, misalnya saja daerah Pesisir Barat memiliki sebutan "Lamban Langgakh"

Lamban Langgakh, Lamban adalah rumah dan langgakh artinya tinggi jadi Lamban Langgakh adalah rumah yang tinggi karena ada beberapa tiang penyangganya. Sedangkan Lamban Pesagi maknanya adalah Lamban adalah rumah dan pesagi adalah persegi, jadi Lamban Pesagi adalah rumah yang berbentuk persegi, sebutan ini bukan tanpa alasan karena bagian depan atap rumah berbentuk persegi.

Keberadaan Lamban Langgakh (rumah panggung) daerah Lampung merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat sebenarnya sebagai bentuk mitigasi bencana gempa yang telah ada sejak nenek moyang dahulu (Juhadi, 2013).

Lamban Langgakh secara struktur sama dengan rumah adat suku asli Sumatra lainnya. Rumah adat Lampung ini berbentuk panggung dengan bahan utama berupa kayu atau papan.

Struktur rumah panggung pada rumah Lamban Langgakh pada masa silam ditujukan sebagai upaya untuk menghindari serangan binatang buas bagi penghuninya.

Seperti diketahui bahwa dahulu hutan-hutan di Lampung memang mengandung kekayaan hayati yang tinggi, sehingga memungkinkan berbagai jenis binatang buas tinggal berdampingan dengan manusia. Selain itu, struktur panggung juga sengaja digunakan sebagai desain rumah tahan gempa (Suwantara dan Suryantini, 2014; Lumantarna dan Pudjisuryadi, 2012.).

Bagian-bagian dari Lamban Langgakh secara lengkap adalah sebagai berikut:

1. Jan
Tangga masuk yang dinamakan jan (tangga), Jan sudah pasti ada pada setiap rumah adat lampung.

2. Lepaw
Bagian depan rumah setelah menaiki tangga disebut lepaw (teras rumah) yang berfungsi untuk menerima tamu laki-laki yang datang.

3.Pengluakh / Lapang Luakh
Ruang pertama setelah masuk dinamakan pengluakh atau lapang luakh, pengluakh ini biasanya disediakan dipan atau tempat tidur sebagai tempat tidur anak laki-laki, jadi anak laki-laki tidak memiliki kamar khusus melainkan tidur di pengluakh tersebut.

4. Lapang Lom
Ruang selanjutnya adalah lapang lam/lom (ruang tengah), ruang tengah ini biasanya digunakan untuk para perempuan jika ada tamu yang datang dan di ruang tengah ini terdapat beberapa kamar.

5. Dapokh (dapur).
Dapur di rumah panggung ini terdapat tungku yang menggunakan kayu bakar untuk memasak selain itu juga rak untuk piringnya terbuat dari kayu yang fungsinya sama dengan rak pada umumnya yang digunakan pada saat ini, dapur bersebelahan dengan tempat cuci piring agar memudahkan untuk mencuci ketika selesai memasak.

6. Gakhang
Tempat cuci piring ini disebut dengan gakhang, digakhang ini disediakan beberapa ember yang berisi air agar memudahkan untuk mengambil air karena pada zaman dahulu rumah panggung seperti yang ada di Pekon / Kampung tidak memiliki sumur, melainkan sungai tempat mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari.